Teknologi Pengolahan Kedelai Menjadi Tempe (THP Lab - Chapter II)


Haloha! Seminggu lebih vakum tidak blogging, I am multitasking! Halah. Alasan sebenarnya sih karena blog ini ada sedikit masalah, jadi ada beberapa postingan yang tertunda.


Oke, kita lanjut membahas praktikum yang sangat berkesan. Laboratorium THP (Teknologi Hasil Pertanian)! Nah, kalau minggu lalu kita sudah membahas sedikit tentang susu kedelai, maka kali ini, saya akan sedikit berbagi cerita tentang pengalaman di lab saat mengolah kedelai menjadi tempe ^_^

Tahap awal  pengolahan tempe sama saja dengan tahap awal pada pengolahan susu kedelai. Kacang kedelai harus terlebih dahulu dibersihkan, direbus dan direndam dahulu. Namun, yang membedakan adalah lama waktu perebusan dan perendamannya. Perebusan untuk tempe, kacang kedelainya harus direbus sampai empuk mungkin sekitar hampir satu jam lamanya. Setelah itu, kacang kedelai harus di rendam selama 24 jam, bukan 12 jam seperti pada pembuatan susu kedelai.


Kacang kedelai yang sudah direndam selama 24 jam dan sudah dibuang kulit arin nya itu kemudian di rebus lagi selama 90 menit, sampai titik didih tercapai. Rebusan kedelai itu ditiriskan pada tampah yang beralasakan kertas buram, lalu didinginkan sambil diaduk dan diratakan.

rebus lagi kacang kedelainya


Dinginkan kacang kedelai 

Nah, setelah rebusan kedelai dingin, sambil diaduk dan diratakan, ditaburkan bibit tempe sebanyak 1-2 gram.
Kedelai yang sudah dicampur dengan bibit tempe tadi di bungkus dengan plastik yang telah ditusuk-tusuk dengan jarum. Dan simpan di rak berpori selama 2 hari.

Pengemasan manual

Fermentasi adalah proses pemanfaatan mikroogranisme untuk menghasilkan suatu produk atau mengubah suatu bahan menjadi bahan yang diinginkan. Mikroorganisme yang dibutuhkan untuk fermentasi adalah kapang, khamir dan bakteri. Tapi, untuk proses pengolahan kacang kedelai ini menjadi tempe, dibutuhkan mikroorganisme kapang (jamur).
                                                         
Nah, tempe nya tinggal ditunggu dalam 2 hari. Penasaran, entah bagaimana hasilnya. Mudah-mudah jadi tempe juga. Karena kalau tidak jadi, harus diulang lagi. Sampai berhasil, berhasil, dan berhasil.

Tinggal menu hasil dua hari lagi

Banyak sekali kegunaan fermentasi loh! Pertama, hasil fermentasi yang berupa asam dan alkohol dapat mencegah perkembangan mikroorganisme yang merusak makanan, kedua, makanan hasil fermentasi juga mempunyai kandungan gizi yang lebih tinggi dari pada bahan makanan asalnya. Ketiga, pada proses fermentasi, ada beberapa enzim yang membantu pemecahan zat-zat yang tidak dapat dicerna langsung oleh manusia. Seperti, selulosa, hemiselola dan polimer-polimer lain, dan yang terakhir adalah hasil fermentasi tentu saja dapat disimpan dalam waktu yang lama. 

Bagaimana? Tertarik dengan fermentasi? Hehe ^_^




0 comments: