Buka Puasa Super

Sore itu adalah sore yang  berbeda. Kali ini ayah bersedia menjadi tuan rumah untuk acara buka bersama di rumah. Ayah tidak hanya mengundang keluarga besar dari sekolah tempat ayah mengar, tapi juga dari tetangga, keluarga besarku dan teman-teman terdekat ayah dan ibu. Awalnya aku berprediksi tamu yang datang tidak terlalu banyak karena sebelumnya beberapa teman ayah mengkonfirmasi bahwa ada sebagian yang tidak bisa hadir. Meskipun begitu, kami, para orang-orang dapur siap siaga dan tetap menghidangkan takjil yang banyak.


Ternyata benar! Banyak sekali tamu yang hadir. Teman-teman ayah, sepupu, keponakanku yang kecil-kecil, anak murid ayah, dan tetangga berbondong masuk kerumah. Wah, kami yang ada di dapur mulai kewalahan. Persedian nasi untuk berbuka diprediksi tidak cukup! Kasian ibu. Ibu kembali sibuk untuk menanak nasi di atas kompor yang lebih besar. Untung lah ada beberapa sepupuku yang ikut membantu. Beban ibu dan aku sedikit berkurang.
Suasana menit-menitr sebelum berbuka


Takjil yang ala kadar
Suasana dapur yang super sibuk
Karena mulai bosan terus-terusan bergelut di dapur, bawa ini, bawa itu, ambil air, bawa nasi dan bolak-balik antara dapur dan ruangan tempat para tamu duduk, aku pun segera mengambil handphone dan siap berfoto ria. Hehe
Ya, terutama mengambil gambar para tamu yang sedang kebingungan melihat jam. Hehe. Selain itu aku juga sengaja mengambil moment yang tepat karena saat itu ayah sebagai tuan rumah diberi kesempatan untuk memberikan kata-kata sambutan. Jepreet! Ayah pun terfoto. Tapi sayang, tak ada siapa pun yang berminat mengambil fotoku. Kasian ya? Haha

Yang paling manarik adalah saat aku harus benar-benar bisa mengontrol sepupu dan keponakanku yang kecil-kecil. Haduuh, super duper lincah, centil dan ‘lesek’! bingung harus bagaimana. Untung saja tidak ada satu pun perkakas rumah yang pecah. Kalau iya, bisa gawat. Naik spanning ayah!
Usia keponakanku pun bervariasi. Ada yang baru 2 tahun, 4 tahun, 6 tahun, 8 tahun, 10 tahun. Waah, benar-benar kelipatan! -_-‘
Entah lah, seaakan aku semakin tu. Tanteeeee! Bundaaaa delaa! Haha. Nasib anak muda ya? Beginilah.

Saat ayah memberikan kata sambutan
Setelah berbuka puasa dengan hidangan ala kadarnya seperti air semangka, ‘cenecah’, ikan ‘limbek’ (lele), soup ayam, ayam goreng, gulai tauco, dan beberapa macam kue, akhirnya takjil ini pun ludes juga. Tidak semua habis sih, ada beberapa yang diberi kepada tetangga, saudara, bahkan ada untuk istri teman ayah yang sedang ngidam! Beliau minta di manisan kedondongnya di bawa pulang. Alhamdulillah ya. Hehe
Adik dan Sepupuku


Setelah semua piring dan gelas tercuci bersih. Saudara-saudaraku pun berpamitan untuk pulang. Berterima kasih sekali. Berkat bantuan tangan mereka juga akhirnya acara berbuka puasa bersama ini berjalan dengan lancar.


Efeknya apa? Aku mengantuk. Kecapean. Tapi demi dan demi... menulis itu harus dibiasakan sebelum moment yang berharga hilang dari ingatan. Tengah malam, akhirnya tulisan ini selesai! Check out another theme gals! \(^o^


0 comments: